Search here

Type a word related to the post, then click the search button !

Memuat...
English
Bru masuk angin!

Arsip...

Flag Counters

Flag Counter

Pengikut

Recent Comments plus Kode CSS Box Gelap

Recent Comments

blog-indonesia.com

Vertical Menu

CLICK any categories for open!
Gubhug Reyot

Sobat Ngeblogh

Sobat Ngeblogh

Buat sobat blogger yang mau ikutan jadi follower silahkan KLIK link Follower (Follow) di ujung kanan-bawah. Dari hasil monitoring, ternyata yang link-nya telah dimasukkan ke "Sobat Ngeblogh" mengalami pertambahan pengunjung secara signifikan!
Terima kasih .: Salam :.
gubhug reyot

Antara Gubug, Gubhug dan Manusia

Gubug! Seperti itulah orang menyebutnya. Sebuah bangunan tempat tinggal yang pada akhirnya orang jawa menyebut gubug sebagai ungkapan indah untuk merendahkan hati. "Monggo, kula aturi pinarak wonten gubug kawulo!", begitulah orang jawa yang tahu sopan santun dan pandai merendah menyampaikan ucapan salam kepada seseorang untuk mau singgah ke rumahnya. Dalam bahasa Indonesia kira-kira seperti ini : "Mari, silahkan mampir ke rumah (gubug) saya!" Menjadi sangat indah tatkala dibarengi dengan hati yang tulus.

Seperti saya ungkapkan di atas, gubug sesungguhnya merupakan tempat tinggal "terburuk" untuk manusia. Dibuat apa adanya dari beberapa batang kayu dan bambu dengan atap daun-daunan atau bila uang mencukupi mereka belikan plastik. Pada saat ini kata gubug hanya diperuntukkan bagi sebuah bangunan di kebun atau sawah yang gunanya untuk tempat beristirahat dikala petani merasa lelah atau diterpa hujan yang tercurah dari atap dunia. Mereka beristirahat sambil menyantap bekal makan siang yang dipersiapkan oleh sang istri atau anaknya dalam wadah "cething atau rantang" (bahasa Indonesia: tempat nasi dan panci bersusun). Mereka biasanya melakukan ini sendirian atau bersama beberapa orang saat matahari tegak lurus diatas kepala mereka. Saat waktunya tiba mereka beristirahat sebentar sambil menikmati bekal makan siang yang mereka bawa atau diantarkan oleh salah satu anggota keluarganya.

Gubug, meskipun mempunyai nilai yang amat rendah dalam ukuran sebuah tempat tinggal, untuk seorang petani begitu sangat berharga. Bukan sebagai tempat untuk tingggal dalam arti sebagai tempat untuk beristirahat, makan, tidur dan merkumpul dalam sebuah keluarga, tetapi sebagai tempat yang nyaman untuk beristirahat dan mensyukuri karunia "Sang Pencipta". Makanan yang menjadi lebih terasa nikmat, keindahan ciptaan Illahi yang berada di depan mata terasa tiada tara, ketentraman hati dan pengharapan akan masa panen dan sebagai tempat berteduh yang nyaman ditengah kesepian dan hujan yang mendera.

Gubug dan gubhug tidaklah berbeda. Mereka berdua cermin keberadaan kepahitan hidup dan keindahan yang nyata. Gubug menjadi sangat indah ketika tiada lagi tempat yang lebih layak untuk berteduh. Gubug dan gubhug menjadi tempat naungan keindahan yang penuh kasih antara alam, manusia dan Sang Pencipta.

"Di dalam gubug bambu tempat tinggalku....Di sini kurenungi nasib diriku ....

Selamat jalan Bang Meggy Z ...... (Posting dibuat beberapa waktu setelah Meggy Z meninggal dunia!)

Silahkan juga buka Tutorial lain yang sangat menarik dan patut di ikuti sampeyan semua. Akses melalui link di bawah ini :

Update » Setu Pahing, January, 14, 2012

» Happy Blogging - gubhugreyot «

Bila tak pegal di tangan
silahkan tulis sebuah komentar!

gubhug reyot

 
GR | Edited by | gubhug reyot