Cumulus swf - flash

Bru masuk angin!

Flag Counters

Flag Counter

Pengikut

Recent Comments plus Kode CSS Box Gelap

Recent Comments

blog-indonesia.com

Vertical Menu

CLICK any categories for open!
Gubhug Reyot

Sobat Ngeblogh

Sobat Ngeblogh

Buat sobat blogger yang mau ikutan jadi follower silahkan KLIK link Follower (Follow) di ujung kanan-bawah. Dari hasil monitoring, ternyata yang link-nya telah dimasukkan ke "Sobat Ngeblogh" mengalami pertambahan pengunjung secara signifikan!
Terima kasih .: Salam :.
gubhug reyot

Tampilkan postingan dengan label Pengilon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengilon. Tampilkan semua postingan

Salahkah Penggagas "Boikot Pajak" ?

Salahkah penggagas Boikot Pajak ? Entah dari mana asalnya si penggagas ide brilyan ini, tetapi yang jelas "ide cerdas sekaligus reaktif" ini patut kita tanggapi secara positif. Dalam hukum alam sudah jelas terpateri dan menjadi dogma "akibat timbul karena ada sebab". Lha ... Sekarang justru yang perlu digali bersama adalah "pangkal muasal" ide boikot bayar pajak timbul. Jangan seperti kasus "MARKUS di POLRI", begitu "Sang Hero Baru" teriak ada maling, reaksi yang muncul : bungkam sang hero "Susno Duaji", "bongkar "borok-borok Susno" dan seabrek cara untuk "banting balik" si "Peneriak ada maling di Kepolisian RI".

Dalam kasus "Boikot Pajak", munculnya "Kancil Gayus" si pegawai kecil pajak (perlu saya tegaskan : Gayus si Pegawai Negeri Sipil), "unthul" pintar yang lihai mengutil sekaligus merampok uang rakyat bukanlah menjadi sebab utama. Kasus Gayus hanyalah sebagai pemantik dari "ribuan ton bahan peledak" ketidak puasan rakyat terhadap kinerja pemerintah dengan juataan PNS sebagai tangan-tangan kecilnya yang sudah dikenal sebagai tukang bolos, pemalas, korup dan suka memeras rakyat. Seruan boikot pajak seharusnya membuat pemerintah dengan jajaran birokrasi dari pusat hingga daerah melakukan instropeksi diri sebelum berencana "menangkap dan memenjarakan" pencetus dan penggagas ide cemerlang yang sanggup membakar jenggot (orang jenggot saja cuman satu, kok !) ini. Bertobatlah segera mumpung 2012 (kiamat ?!) belum tiba. Atau mungkin kalian mau menumpuk "harta haram" untuk bekal ke neraka ?

Aku sendiri sebagai orang miskin yang tak perlu bayar pajak apapun untuk negara ikut memberi support kepada si penggagas ide menggegerkan dan segar "Tolak Bayar Pajak" ini. Ya ... Buat apa rajin bayar pajak klo cuma untuk di "untal" petugas-petugas negara yang bermental maling. Jujur saja... Sebenarnya kalau bumi dan kekayaan alam yang terkandung di bumi pertiwi ini diurus dengan benar, dengan ketulusan, dengan kejujuran, dengan niatan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, niscaya rakyat tak perlu bayar pajak akan tetapi justru rakyat akan dapat subsidi buat hidup. Hanya pengusaha-pengusaha dan industri saja yang perlu bayar pajak buat rakyat! Untuk menghidupi rakyat! Untuk memakmurkan rakyat! Untuk membangun lapangan bola yang bagus buat rakyat ! Untuk gratiskan berobat bagi ralyat !! Banyak lagi untuk untuk yang lain yang dengan amat mudah bisa dilakukan negara untuk kesejahteraan rakyatnya. Tentu saja dengan satu syarat : Semua dilakukan dengan penuh kejujuran !

Boikot Pajak !

Sebuah "Wacana" yang muncul karena "sakit hati, kemarahan, hilangnya kepercayaan dan kemuakan" terhadap polah para pelaksana mandat rakyat yang selama ini kita kenal sebagai pemerintah atau pegawai negeri, yang terbagi dalam berbagai departemen. Menyedihkan sekaligus membuat hati pilu. Bertahun-tahun sudah negeri ini merdeka. Bertahun-tahun sudah masalah agama di urus oleh negara melalui departemen Agama, bertahun-tahun sudah Pancasila menjadi Dasar Negara dan menjadi kewajiban seiap anak untuk mempelajarinya ketika mulai masuk sekolah. Tetapi lacur ! Apa yang terjadi ?! Kebobrokan moral nggak pernah berubah apalagi hilang dari bumi tercinta ini.

Boikat Pajak ? Sebuah ide cantik yang menggelitik hati dan patut menjadi renungan untuk disikapi. Sebuah keniscayaan yang cerdas untuk "menghajar" pemerintah yang tak kunjung berjalan menindak para koruptor. Ya ..., bagaimana mereka mampu dan bisa memberangus koruptor, orang mereka sendiri sedang terbelit dugaan makan uang Century untuk memenangkan PEMILU. Bagaimana mungkin menangkapi para pelaku korupsi ketika lembaga yang dipercaya rakyat untuk menjadi pemburu, pengadil dan algojo bagi koruptor malahan dikenal sebagai "mafia" pelaku MARKUS dan Pakar Korupsi.

"Bangsa Bengek" ini sebenarnya sudah waktunya untuk mengundang para malaikat untuk mejadi "Presiden hingga Ketua RT", mengundang Napoleon Bonaparte untuk menjadi algojo bagi para koruptor dan memanggil Zooro (si Maling Budiman) untuk menjadi pembantu Malaikat yang menjabat menteri sosial. Agama nggak perlu di urus melalui departemen atau kementerian. Biar langsung jadi urusan setiap orang ama Tuhan. Langsung ... Nggak lewat makelar !!!Mereka semua nggak perlu digaji atau dinaikkan gajinya demi menjaga agar mereka tidak melakukan korupsi. Ya karena mereka memang punya mental "Pancasila" dan bukan "mental kere" seperti bangsa ini. Mental "Pancasila" : biar gaji kecil nggak doyan korupsi. "Mental Kere" : biar gaji segudang, korupsi jalan terus.

Ha....ha...ha.... Aku sebenarnya sudah bosan mengomentari bangsa bengek ini. Bosan melihat "maling-maling" berlaku suci yang berebutan menjadi pemimpin negeri. Ha... ha ... ha... Kita nggak bayar pajak pun sebenarnya bangsa ini sanggup tetap berdiri dan justru mampu memberi tunjangan bagi mereka yang lagi nganggur ketika "Sumber Kekayaan Negeri dikelola dengan kejujuran dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya.

Potret Kemiskinan dan Kebodohan

Rasa sedih yang tiada tara terasakan menusuk kalbuku yang paling dalam. Potret kemiskinan dan kebodohan menyeruak kembali dalam kenestapaan. Idul Adha, hari yang seharusnya dipenuhi dengan kebahagiaan, menjadi luluh lantak melihat derita yang mungkin dibarengi keserakahan kembali memenuhi tayangan layar kaca. Hikmah yang luar biasa dan mampu menciptakanan tangis kepedihan, ketika kembali harus melihat mereka yang rela mengorbankan tubuh renta atau bahkan keselamatan dan nyawa anaknya demi sekilo daging korban (Rp. 50.000, bung !!!). Beginilah potret bangsaku yang ketika bangsa lain sudah tidak "mekiklik" (sangat bernafsu) menerima daging gratis seharga "go cap jing", karena kemiskinan dan sifat "ngah-ngahan" (serakah) mereka rela berdesak-desakan "berjudi" mengorbankan keselamatan diri dan anak.

Mungkinkah bangsa ini menjadi baik ?

Aku bukanlah tokoh nasional yang mempunyai keahlian lebih pada didiplin ilmu tertentu. Aku juga bukanlah paranormal yang pintar meramal masa depan orang atau bangsa. Aku hanyalah sekedar 'cah ndeso klutuk yang bahkan kejar paket-A saja nggak lulus. Sedihnya..., sekalipun aku nggak bau universitas, nggak bisa ngomong inggris, nggak ngerti tentang cara korupsi dan suap-menyuap (tentu saja klo cuma nyuapin bayi pakai nasi jagung aku bisa!) , saat sekarang aku jadi turut bingung. Bagaimanapun keadaan ku, aku tetaplah  seorang anak bangsa dari sebuah bangsa bingung (BB). Kalau sekarang orang-orang lagi pada ribut tentang omongan "sang bapak presiden yang lagi bingung", ketika team delapan yang dibikinnya menghasilkan produk yang bikin bingung,  justru aku saat ini sedang bingung sendiri memikirkan cara seperti apa yang mampu membuat bangsa ini cepat lepas dari penyakit bingung. Penyakit bingung ini rupanya tumbuh karena salah didik yang dilakukan mereka yang mengaku sebagai  tokoh besar bangsa yang selama ini menjadi orang tua tiri bangsa. Mereka sibuk memperkaya diri dengan korupsi dan membikin kroni untuk melanggengkan jabatannya sebagai orang tua tiri dengan mengabaikan kelangsungan hidup anak dan cucunya. Baik masa depan kehidupan mental , spiritual ataupun kehidupan ekonominya.

BB, Bau Badan dan Bangsa Bingung

Meskipun istilah BB tidak langsung menunjuk pada sesuatu hal yang negatif, tapi penggunaan istilah BB mengarah pada suatu penilaian yang cenderung negatif. " Ampun, dah, BBnya!", atau "Gila! Nggak tahan aku 'ma BBnya!" , atau mungkin, "Cakep sih cakep, tapi BBnya itu!".

BB yang kurang sedap timbul dari pola hidup yang tidak sehat, yaitu di sebabkan karena ketika seseorang mandi dia lebih suka menggunakan sabun hanya untuk membersihkan bagian-bagian tubuh yang mudah dilihat orang, seperti wajah, dada, leher, tangan, perut, bawah perut dan

Habis "wedhus" terbitlah "kucing"

Setelah kemarin aku cerita tentang "wedhus dhugul" yang bertarung mengadu kepalanya demi rumput di kandang, ternyata cerita tentang wedhus masih berlanjut terus hingga detik ini. Cerita tentang dunia hewan memang tak ada habisnya, seperti panjang dan lebarnya kisah "nyentrik" bangsa kita tercinta .

Setelah masa persidangan yang panjang dan melelahkan, tiba-tiba saja seorang anak manusia seperti "kesurupan". Berani ngomong tentang "rahasia korpsnya". Entah setan atau Tuhan yang membuat "kegaduhan baru" ini. Dari sanubari yang paling dalam, si Bego, temanku yang sedikit "kurang ganep" dan seharusnya tidak mungkin "nyandak" otaknya sempat ngomong kepada ku. "Mas, Yot, kemarin aku lihat tipi, mas", ia nyengir kuda ke arah ku kemudian melanjutkan, "bapak ku terus saja bilang 'gila!'gila!'gila!'...saat barengan nonton

Tutorial Blogger! Blogger Tutorial! Panduan Blogger! Penting!

Penting..., dan memang dibutuhkan sekali. Panduan bagi blogger yang berupa tutorial untuk memandu blogger-blogger muda meniti langkah menuju jenjang yang lebih tinggi hingga menggapai gelar sebagai blogger andal atau blogger senior dan berbagai sebutan yang lain, benar-benar sangat dibutuhkan. Kecenderungan yang muncul pada "Yang Mulia" blogger senior terkadang membuat heran bagi blogger pemula. Mereka malu dan merasa gengsi untuk memberikan "tutorial dasar" bagi pemula karena takut dianggap kampungan oleh sesama blogger senior saat mencoba mengupas kembali "kerak atau intip garing" yang membuat mereka tumbuh sebesar sekarang. Kesombongankah atau takut dianggap kampungankah  yang melingkupi "perut" mereka ?! 

Mental "Wedhus" Bangsa "Tolol" Tukang "Korup"

Pagi ini aku sudah nyampe di "Kali Garing" (;sungai kering), bersama Slamet, Mandra , Ponidi dan bu Lina. .Tuh, lho..., bu guru yang cantik, yang sempat jadi guru aku kala ngikutin kejar paket di Balai Desa. Seneng, dhah sekali-kali pergi mancing ma wanita cantik. Aku sendiri heran, kenapa, ya, bu Lina yang cantik (guru, lagi!) mau keroyo-royo (bersusah-susah, Pon! Dasar, goblogh! Masa keroyo-royo saja nggak ngerti. Katanya asli jowo, masa bahasa gituan saja nggak dhong! O.. dasar Ponidi!) ikutan mancing di "kali garing", yang klo ke sana mesthi menempuh jarak 2 km dan harus jalan kaki. Itupun mesti melewati banyak "galengan" (;pematang) sawah puanjaaaaaang banget. Kali garing sebenarnya bukanlah sungai yang benar-benar kering tanpa air sama sekali. Sungai itu memang di kenal sejak dulu kala dengan nama "Kali Garing"dan meskipun namannya seperti itu, tapi ikannya luar biasa banyaknya. Matahari masih hangat-hangat tahi kerbau karena jam masih nangkring di pinggir kali ...eh ..., maksudku di angka 7. Yang sering nangkring di di pinggir kali khan si Mandra. Habis dia nggak punya WC, sih.

Rahasia Kecerdasan

Mbul, sudah beberapa hari ini aku kan nggak posting gambar kesukaanku, lho, Mbul. Tu, lho mbul, gambar bunga yang hidup, tu ! Rasanya pusing deh kepala klo belom posting yang ada gambar wanita cantiknya. Ah..., kamu, Mbul. Bisanya cuma peringas-peringis kayak sapi di kasih tulang saja. Posting apa, ya, mbul? Kali-kali kamu, dong mbul yang bikin posting. E..., siapa tahu tar kamu jadi blogger kondang kayak akang Rohman. Kayak artis, deh Mbul. Kemana mana pakai dasi ma sepatu "kelimis" yang klo kena sinar matahari bisa bikin orang pingcan. (Nuwun sewu, kang Rohman. Nopo injih mekaten ?! Nyuwun ngapunten namung guyon!) He...he...he...Lha gimana, orang dhuwitnya mengalir kaya air bengawan solo, kok, Mbul. Blogger sedunia juga jadi tahu, lho, mbul! Ah, sebenernya aku sih kepingin juga. Gimana, ya rasanya jadi blogger ngetop...top ...top...top ...top..., itu?! Bukan pesimis sebenarnya aku, Mbul.... Tapi bagaimana mungkin, orang modalku cuman "pacul gerang" (;cangkul tua berkarat). Udah rumah saja di lereng gunung, sekolah TK saja nggak tamat. E....Nyoba ngikutin kejar paket nggak lulus juga. Kamu tahu mbul, kenapa aku aku nggak lulus kejar paket ? Tapi tolong jangan cerita ke orang-orang, ya, Mbul?! Sini-sini, Mbul, tak bilangin. Pelan-pelan saja tar kedengaran orang. Aku tarik kepala si Jambul, lalu aku berbisik di kupingnya yang sepanjang daun kelapa. Iya ..., aku nggak bo'ong. Emang telinga si Jambul panjang banget, kok. Kalau dia jalan saja kupingnya mesti di "samperke" (diletakkan) di pundaknya. Nggak tahu, aku. Kata orang si Jambul waktu kecil nakal banget. Klo orang tuanya marah, kuping si Jambul di tarik dari ujung desa sampe ke rumah. Tapi aku juga nggak percaya. Masa gitu, sih. Pasti bo'ong, dah! Sehabis aku bisikin, wajah si jambul "plola-plolo" kayak kepala "lohan" milik tetangga ku. Aku jadi heran sendiri. Apa sih yang bikin Jambul "plola-plolo". Ngapain sih, Mbul ? "Ah, dasar, gila, kamu", tiba-tiba si Jambul mengumpat sambil memelengkan kepalanya ke arah ku" ah....dasar gila", kembali dia menoleh dengan dahi berkerenyit. Aku hampir ketawa melihat wajah tuanya yang semakin lucu, "jadi selama ini kamu nggak berangkat ke Balai Desa untuk ngikutin kejar paket, tapi malahan pergi ke pasar ?" Aku mengangguk sambil menyahut, Iya..Mbul. Gimana lagi. Otak ku udah nggak nyambung klo di kasih pelajaran ma gurunya. Yang lebih sedih dan bikin aku jadi males ya itu. Gurunya laki semua! Kamu tahu kan, mbul kalau aku paling senang di ajar ma guru wanita. Heran aku, Mbul. Klo gurunya wanita aku mudah sekali nangkap pelajaranya. Orang kemarin dulu waktu pak Naryo sakit dan nggak bisa mengajar, bu Lina yang gantiin, aku "cepet mudheng" (bisa mudah mengerti), kok! Bener, Mbul, waktu itu aku jadi kayak einstein. Semua soal aku telan dalam waktu 5 menit selesai. Nggak ada yang salah satupun. Heran khan, Mbul?! O...., kalau kamu lihat bu Lina saat itu pasti mata kamu nggak bisa berkedip. Ia menghampiri meja ku, sambil membawa jawaban soal yang aku buat. Cantik banget, Mbul. Gaunya hijau dan ...baunya, Mbul....Harum sekali. Kayak bunga bakung, Mbul (ah ... keliru enggak, ya, aku. Yang aku tahu tentang bunga nggak banyak, sih!). Dia melihat aku dengan terheran-heran. Setelah dekat dia bertanya. "Yot.... Aku heran. Orang secerdas kamu mestinya nggak ikut kejar paket, Yot. Kamu sangat cepat mengerjakan soal dan tak ada satupun yang salah. Kenapa kamu dulu sampai nggak sekolah ?", Aku nggak berani melihat wajahnya. Habis dekat banget, sih. Aku malu sendiri karena aku kuwatir dia tahu kalau aku cerdas hanya saat itu saja. Hanya karena dia yang mengajar. Benar, aku tetap nggak berani mengangkat wajah ku. Aku cuma bisa tertunduk sambil menikmati harum baju bu Lina. Hidungku kempas kempis seperti hidung kelinci. Ah ... Malamnya aku jadi nggak bisa tidur. Setiap kali aku meramkan mata, yang terlihat hanya bu Lina seorang. Masih pakai baju hijau tapi bukan yang dipakai waktu mengajar. Pakai itu lho, Mbul. Yang kayak kaos "engklek", tuh (kaos dalam)! Si Jambul hanya bisa geleng-geleng kepala. Sambil terus berjalan dia terus saja bergumam "dasar gila!".

Aku terus berjalan di samping Jambul. Dalam hati aku bersyukur kepanya karena berkat si Jambul, foto seorang wanita cantik kembali mengisi posting ku!!! "Makasih, Mbul !"

Silahkan juga buka Tutorial lain yang sangat menarik dan patut di ikuti sampeyan semua. Akses melalui link di bawah ini :

Update » Setu Pahing, January, 14, 2012

» Happy Blogging - gubhugreyot «

Antara Gubug, Gubhug dan Manusia

Gubug! Seperti itulah orang menyebutnya. Sebuah bangunan tempat tinggal yang pada akhirnya orang jawa menyebut gubug sebagai ungkapan indah untuk merendahkan hati. "Monggo, kula aturi pinarak wonten gubug kawulo!", begitulah orang jawa yang tahu sopan santun dan pandai merendah menyampaikan ucapan salam kepada seseorang untuk mau singgah ke rumahnya. Dalam bahasa Indonesia kira-kira seperti ini : "Mari, silahkan mampir ke rumah (gubug) saya!" Menjadi sangat indah tatkala dibarengi dengan hati yang tulus.

Seperti saya ungkapkan di atas, gubug sesungguhnya merupakan tempat tinggal "terburuk" untuk manusia. Dibuat apa adanya dari beberapa batang kayu dan bambu dengan atap daun-daunan atau bila uang mencukupi mereka belikan plastik. Pada saat ini kata gubug hanya diperuntukkan bagi sebuah bangunan di kebun atau

Marah; Sebuah sifat yang lahir ketika manusia diciptakan

Marah?! Saya rasa tak satupun orang yang tidak memiliki "rasa" marah dalam dirinya. Bahkan bayi yang masih harus dicebokin ketika dia berakpun punya rasa marah ketika dia tidak diperhatikan atau permintaanya tidak dituruti. Jadi "syahkah" ketika orang marah ? Haruskah orang lain memakluminya ketika seseorang marah? Satu hal yang sebenarnya dialami oleh siapapun. Baik mengalami kemarahan ataupun menjumpai orang yang sedang marah.

Marah merupakan satu sifat yang diberikan oleh sang khalik sejak manusia diciptakan. Bagaimana mungkin manusia diciptakan harus diberi "gembolan" (bahasa indonesia: bekal) sifat marah? Bukan lagi sejarah, tetapi suatu hal yang nyata (bagi yang percaya adanya Tuhan), bahwa manusia diciptakan seperti Tuhan itu sendiri; dalam arti manusia dibuat dan di bentuk serupa dan segambar dengan Tuhan. Lha.., "sifat marah" yang juga "dimiliki Tuhan" inilah yang juga diberikan kepada manusia untuk selalu menyertai dimanapun manusia hidup. Pasti akan timbul pertanyaan; "berarti kadang-kadang Tuhan juga marah ?" jawabanya : Iya, dong. Pasti! Kalau kita mau membuka sejarah tentang penciptaan manusia hingga saat ini kita hidup, kemarahan Tuhan kepada manusia terjadi tidak hanya satu kali saja. Berulang kali! (cari sendiri supaya rajin membaca). Satu contoh yang nyata adalah ketika manusia dihukum dengan banjir yang sangat besar pada era Nabi Nuh. Kemarahan Tuhan karena polah manusia membuat manusia hampir musnah digelontor air bah yang tiada tara besarnya! Berkaca pada kejadian ini, satu hal kita harus bersyukur karena marah itu "syah-syah" saja.

Setelah kita mengetahui bersama bahwa rasa marah itu hal yang biasa dan syah-syah saja, ada hal yang harus diperhatikahn berkaitan dengan "sifat marah" ini. Bagaimana mengendalikan rasa marah yang yang berlebihan, karena kemarahan yang tak terkendalikan biasanya akan menimbulkan sesuatu yang berakibat fatal yang merugikan tidak hanya untuk diri pribadi, tetapi bahkan akan merugikan orang lain juga. Kecenderungan fatal yang sering muncul berupa tindakan destruktif. Bukankah manusia diciptakan dibekali akal budi sehingga berbeda dengan binatang? Kalau kita menyadari bahwa kita manusia, maka seharusnyalah setiap pribadi mampu mengendalikan rasa marahnya. Dengan mampu mengendalikan rasa marah, berarti satu tahapan dalam hidup untuk membentuk "pribadi yang sehat secara mental" sudah terpenuhi.

Sekarang timbul pertanyaan. Bagamana cara mengendalikan rasa marah?

Bagi orang yang sudah dewasa, dalam arti sudah mampu berpikir dengan rasio. Cukup katakan pada diri sendiri. "Memalukan! Mengapa mesthi marah-marah?!" Dinginkan dan lembutkan hati. Sadari bahwa marah yang diperlihatkan secara berlebihan atau yang disertai suara keras dan bantingan gelas dan piring membuat anda tidak berbeda dari binatang!

** Kekerasan tidak mudah membuat orang berubah, tetapi kata-kata yang disertai kelembutan dan ketulusan akan menyentuh hati **


Silahkan juga buka Tutorial lain yang sangat menarik dan patut di ikuti sampeyan semua. Akses melalui link di bawah ini :

Update » Rebo WAGE, January, 11, 2012

» Happy Blogging - gubhugreyot «

Refleksi diri

Memulai ! Sesuatu yang sangat tidak mudah dan terasa sulit untuk dilakukan. Hal yang kodrati dan tidak perlu disesali. Manusia diciptakan dengan bermacam watak, ada sejak manusia diciptakan dan kondisi seperti ini tumbuh sejak kandungan berumur 0,0000001....koma koma koma sebanyak-banyaknya hingga ujung dunia. Mengapa bisa terjadi demikian?! Sesuatu hal yang sulit dipahami seperti halnya memahami bagaimana Tuhan ada! lho?

Memulai dapat kita pahami dari beberapa hal kecil yang terjadi pada semua orang termasuk kita sendiri.


Saat anak masih bayi :
- mulai bisa ngomong
- mulai bisa berjalan
- mulai tidak menetek
- mulai mau makan nasi
- Mulai tidak ngompol, dst...dst...dst...

Orang tua :
- Mulai mau bekerja keras
- Mulai mau tidak merokok
- Mulai mau bangun pagi
- Mulai bertobat
- mulai tidak ngomong kekurangan orang lain
- Mulai rajin beribadah
- dan banyak lagi mulai yang memang benar-benar susah untuk dilakukan!

Bagaimana merubah watak sehingga mempunyai nilai gereget berubah yang tingi, atau setidaknya lebih baik dari saat ini? Perubahan bisa terjadi dan bukan melulu faktor pribadi yang mampu merubahnya, meskipun ini menjadi pilar utama. Faktor dari luar yang berpengaruh adalah 'keadaan' atau sesuatu yang terjadi yang berkaitan dengan peristiwa atau kondisi yang menimpa 'diri dan/atau keluarga'. Faktor yang ke dua adalah orang lain yang bisa merupakan keluarga, teman dekat atau bahkan orang yang sama sekali tidak kita kenal sebelumya.

Satu contoh pengaruh yang terjadi karena kondisi atau keadaan :
- Pengangguran keterima jadi PNS atau swasta ; harus bangun pagi dan pakai seragam, bawa balpoin dan tas.
- Biasa merokok 5 bungkus dalam 1 hari kebetulan kena vonis dokter menderita sakit paru-paru, akhirnya mau tidak mau harus mulai berhenti merokok.

Pengaruh orang lain :
- Karena meneladani ataupun nasehat baik langsung ataupun tidak langsung (misalnya melalui media).

Meskipun semua itu memungkinkan terjadinya gereget yang tinggi untuk memulai, masih satu faktor lagi yang menjadi penentu semangat untuk memulai. Faktor 'pribadi'. Kesungguhan dan semangat yang tinggi untuk memulai sesuatu menjadi kunci dari segalanya. Bagaimana caranya? Satu hal yang paling sederhana untuk mampu melakukakanya adalah dengan meumbuhkan pemikiran bahwa "saya harus berubah" dan diteruskan "saya harus lakukan" kemudian lanjutkan dengan "bangkit" segera "lakukanlah !!!"

Semoga bermanfaat dan menjadi sumber pemikiran positif bagi semua !!!
Jadikan hari esok sudah berbeda bagi anda dan orang akan kaget melihatnya!!!


*** Manusia yang tidak mau memulai sesuatu dengan segera lebih buruk dari kerbau yang berotak lendhut (lendhut:bahasa jawa, yang berarti tanah sawah yang berair dan berwarna hitam pekat) ! ***


Mengupas "tentang hidup" yang kita sendiri mengalaminya sungguh menarik dan ini akan terus kita lanjutkan dalam "Pengilon di menu sebelah kiri".

Silahkan juga buka Tutorial lain yang sangat menarik dan patut di ikuti sampeyan semua. Akses melalui link di bawah ini :

Update » Rebo WAGE, January, 11, 2012

» Happy Blogging - gubhugreyot «

 
GR | Edited by | gubhug reyot