Search here

Type a word related to the post, then click the search button !

Memuat...
English
Bru masuk angin!

Arsip...

Flag Counters

Flag Counter

Pengikut

Recent Comments plus Kode CSS Box Gelap

Recent Comments

blog-indonesia.com

Vertical Menu

CLICK any categories for open!
Gubhug Reyot

Sobat Ngeblogh

Sobat Ngeblogh

Buat sobat blogger yang mau ikutan jadi follower silahkan KLIK link Follower (Follow) di ujung kanan-bawah. Dari hasil monitoring, ternyata yang link-nya telah dimasukkan ke "Sobat Ngeblogh" mengalami pertambahan pengunjung secara signifikan!
Terima kasih .: Salam :.
gubhug reyot

Salahkah Penggagas "Boikot Pajak" ?

Salahkah penggagas Boikot Pajak ? Entah dari mana asalnya si penggagas ide brilyan ini, tetapi yang jelas "ide cerdas sekaligus reaktif" ini patut kita tanggapi secara positif. Dalam hukum alam sudah jelas terpateri dan menjadi dogma "akibat timbul karena ada sebab". Lha ... Sekarang justru yang perlu digali bersama adalah "pangkal muasal" ide boikot bayar pajak timbul. Jangan seperti kasus "MARKUS di POLRI", begitu "Sang Hero Baru" teriak ada maling, reaksi yang muncul : bungkam sang hero "Susno Duaji", "bongkar "borok-borok Susno" dan seabrek cara untuk "banting balik" si "Peneriak ada maling di Kepolisian RI".

Dalam kasus "Boikot Pajak", munculnya "Kancil Gayus" si pegawai kecil pajak (perlu saya tegaskan : Gayus si Pegawai Negeri Sipil), "unthul" pintar yang lihai mengutil sekaligus merampok uang rakyat bukanlah menjadi sebab utama. Kasus Gayus hanyalah sebagai pemantik dari "ribuan ton bahan peledak" ketidak puasan rakyat terhadap kinerja pemerintah dengan juataan PNS sebagai tangan-tangan kecilnya yang sudah dikenal sebagai tukang bolos, pemalas, korup dan suka memeras rakyat. Seruan boikot pajak seharusnya membuat pemerintah dengan jajaran birokrasi dari pusat hingga daerah melakukan instropeksi diri sebelum berencana "menangkap dan memenjarakan" pencetus dan penggagas ide cemerlang yang sanggup membakar jenggot (orang jenggot saja cuman satu, kok !) ini. Bertobatlah segera mumpung 2012 (kiamat ?!) belum tiba. Atau mungkin kalian mau menumpuk "harta haram" untuk bekal ke neraka ?

Aku sendiri sebagai orang miskin yang tak perlu bayar pajak apapun untuk negara ikut memberi support kepada si penggagas ide menggegerkan dan segar "Tolak Bayar Pajak" ini. Ya ... Buat apa rajin bayar pajak klo cuma untuk di "untal" petugas-petugas negara yang bermental maling. Jujur saja... Sebenarnya kalau bumi dan kekayaan alam yang terkandung di bumi pertiwi ini diurus dengan benar, dengan ketulusan, dengan kejujuran, dengan niatan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, niscaya rakyat tak perlu bayar pajak akan tetapi justru rakyat akan dapat subsidi buat hidup. Hanya pengusaha-pengusaha dan industri saja yang perlu bayar pajak buat rakyat! Untuk menghidupi rakyat! Untuk memakmurkan rakyat! Untuk membangun lapangan bola yang bagus buat rakyat ! Untuk gratiskan berobat bagi ralyat !! Banyak lagi untuk untuk yang lain yang dengan amat mudah bisa dilakukan negara untuk kesejahteraan rakyatnya. Tentu saja dengan satu syarat : Semua dilakukan dengan penuh kejujuran !

1 komentar:

 
GR | Edited by | gubhug reyot