Search here

Type a word related to the post, then click the search button !

Memuat...
English
Bru masuk angin!

Arsip...

Flag Counters

Flag Counter

Pengikut

Recent Comments plus Kode CSS Box Gelap

Recent Comments

blog-indonesia.com

Vertical Menu

CLICK any categories for open!
Gubhug Reyot

Sobat Ngeblogh

Sobat Ngeblogh

Buat sobat blogger yang mau ikutan jadi follower silahkan KLIK link Follower (Follow) di ujung kanan-bawah. Dari hasil monitoring, ternyata yang link-nya telah dimasukkan ke "Sobat Ngeblogh" mengalami pertambahan pengunjung secara signifikan!
Terima kasih .: Salam :.
gubhug reyot

BB, Bau Badan dan Bangsa Bingung

Meskipun istilah BB tidak langsung menunjuk pada sesuatu hal yang negatif, tapi penggunaan istilah BB mengarah pada suatu penilaian yang cenderung negatif. " Ampun, dah, BBnya!", atau "Gila! Nggak tahan aku 'ma BBnya!" , atau mungkin, "Cakep sih cakep, tapi BBnya itu!".

BB yang kurang sedap timbul dari pola hidup yang tidak sehat, yaitu di sebabkan karena ketika seseorang mandi dia lebih suka menggunakan sabun hanya untuk membersihkan bagian-bagian tubuh yang mudah dilihat orang, seperti wajah, dada, leher, tangan, perut, bawah perut dan kaki, sementara bagian yang tersembunyi (ketek) tidak pernah dibersihkan dengan baik. Sebagai bagian tubuh yang mudah lembab , ketek menjadi sumber kehidupan yang sedap bagi jamur dan bakteri untuk tumbuh dan berkembang dengan leluasa. Bagaimana tidak, orang di ketek ini udaranya begitu sejuk tetapi hangat dirasakan ! Berkembang biaklah mereka dengan leluasa membusukkan segala yang keluar dari pori-pori atau kotoran dari luar yang hinggap. Dus ...!!! Terciptalah suatu keharuman yang aneh. Orang biasa menyebut "Wangi arum jamban" atau bau harum WC.

Rupanya BB tidak sedap yang ditakuti oleh hampir semua wanita (kecuali yang "ndableg") ini, sedang menghinggapi bangsa kita tercinta yang "gemah ripah loh jinawi" (bahasa indonesia : kaya raya). Bukan lagi BB bau badan yang disebabkan oleh jamur dan bakteri pembusuk di ketek, tetapi BB bangsa bingung! Aku sendiri heran. Kalau dirunut dari sejarah, bangsa ini bukanlah turunan bangsa bingung. Kita adalah keturunan bangsa cerdas, yang terkenal sebagai pelaut ulung. Bangsa yang mempunyai puluhan kerajaan dengan banyak wilayah. Bangsa yang pada jaman ketika masih dianggap primitif sudah mampu menguasai seluruh asia tenggara hingga Vietnam. Bangsa yang ketika pabrik semen belum ada sudah mampu membangun candi-candi yang orang jaman sekarang tak mungkin membuatnya. Seharusnyalah saat ini kita sudah melebihi kemajuan Amerika atau bangsa Eropa manapun. Entahlah...! Dosa apa yang menghinggapi bangsa ini, sehingga bisa berubah dari i kodrat awalnya.

Dari hasil telaah supra natural yang berhasil aku lakukan, ada yang harus dirubah dari bangsa kita tercinta. Tidak hanya untuk rakyatnya yang miskin dan hidup sengsara, tetapi yang terutama untuk para pemimpin bangsa yang perutnya sudah pada buncit penuh harta. Ada penyakit mental yang sedang merundung seluruh elemen bangsa, dari anak-anak yang baru lahir hingga mereka yang tua renta. Mentalitas yang tumbuh subur selama hampir 65 tahun. Yang diindoktrinasikan ke dalam jiwa warga bangsa secara kasat mata oleh mereka yang disebut para pemimpin bangsa. Dari kepala rumah tangga hingga kepala negara. Yang harus segera di hilangkan agar sembuh dari BBnya. "Mental Maling!"

"Mental Maling" ternyata tumbuh subur seperti jamur dan bakteri seiring pertumbuhan bangsa. Keserakahan dan ketamakan menjadi pola hidup yang terlihat wajar saja ketika hukum bisa diperjual belikan. Kasus "polisi versus KPK" yang masih bergulir hanyalah satu dari sekian juta potret "jati diri" bangsa yang selama ini secara "tidak tahu malu" selalu kita tampilkan sebagai budaya. Budaya dari sebuah bangsa dengan "mental maling"!

Silahkan juga buka Tutorial lain yang sangat menarik dan patut di ikuti sampeyan semua. Akses melalui link di bawah ini :




Update » Jemuah KLIWON, January, 27, 2012

» Happy Blogging - gubhugreyot «

Bila tak pegal di tangan
silahkan tulis sebuah komentar!

gubhug reyot

 
GR | Edited by | gubhug reyot